Assalamu Alaikum Wr. Wb.
Dalam hidup kita sering dihadapkan dalam
berbagai pilihan yang sulit kita tentukan sendiri. Misalnya memilih jodoh,
pendidikan, pekerjaan, dll. Kita seringkali ragu dalam menentukan yang terbaik.
Dalam hal ini kita perlu menyerahkannya kepada Allah SWT dan meminta agar
diberikan petunjuk yang terbaik untuk kita. Salah satu jalan untuk meminta
petunjuk-Nya yaitu dengan mendirikan Shalat Istikharah. Sebagaimana dalam firman
Allah SWT :
ﻭَﺭَﺑُّﻚَ
ﻳَﺨْﻠُﻖُ ﻣَﺎ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻳَﺨْﺘَﺎﺭُ ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻬُﻢُ ﺍﻟْﺨِﻴَﺮَﺓُ ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ ﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ . ﻭَﺭَﺑُّﻚَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺗُﻜِﻦُّ ﺻُﺪُﻭﺭُﻫُﻢْ ﻭَﻣَﺎ
ﻳُﻌْﻠِﻨُﻮﻥَ . ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ . ﻭَﺭَﺑُّﻚَ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺗُﻜِﻦُّ ﺻُﺪُﻭﺭُﻫُﻢْ ﻭَﻣَﺎ
ﻳُﻌْﻠِﻨُﻮﻥَ . ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻻ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﻫُﻮَ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄُﻭﻟَﻰ ﻭَﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ
ﻭَﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺮْﺟَﻌُﻮﻥَ
Artinya :
“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia
kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci
Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). Dan
Tuhanmu mengetahui apa yang disembunyikan (dalam) dada mereka dan apa yang
mereka nyatakan. Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)
melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah
segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kalian
dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)
dikembalikan.” (QS. Al-Qashash: 68-70)
Pelaksanaan Shalat Istikharah
1.
Niat :
Niat :
Ushalli Sunnatal Istikharaati
Rak’ataini Lillahi Ta’aala
Artinya : “Aku shlat sunnah istikharah dua raka’at karena
Allah Ta’alla”
2.
Takbir
(Allahu Akbar) seraya membaca niat dalam hati : “Saya sholat istikharah 2
rakaat karena Allah Ta’ala”
3.
Membaca
surat al-fatihah dilanjutkan dengan surat Al’ kafirun,lanjutkan seperti
melaksanakan sholat sunnah biasa (ruku’, i’tidal, sujud dsb)
4.
Pada
raka’at kedua kembali membaca alfatihah lalu dilanjutkan membaca surat
Al’Ikhlash, lanjutkan seperti melaksanakan sholat sunnah biasa (ruku’, i’tidal,
sujud dsb)
5.
Salam
Shalat Istikharah
dilakukan pada akhir sepertiga malam yaitu sekitar pukul 02:00 am sampai
datangnya waktu subuh.
Setelah
melaksanakan sholat 2 raka’at bisa langsung berdo’a untuk memohon pilihan yang
terbaik menurut Allah :
“Allahumma inniy astakhiiruka bi‘ilmika
wa astaqdiruka biqudratika wa as-aluka min fadhlikal ‘azhim,fainnaka taqdiru wa
laa aqdiru wa ta’lamu wa laa ‘Abdullah’lamu wa anta ‘allaamul ghuyuub.
Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amru khairul liy fiy diiniy wa
ma’aasyiy wa‘aaqibati amriy” atau; ‘Aajili amriy wa aajilihi faqdurhu liy wa
yassirhu liy tsumma baarik liy fiihi. Wa in kunta ta’lamu anna haadzal amru
syarrul liy fiy diiniy wa ma’aasyiy wa‘aaqibati amriy” aw qaola; fiy ‘aajili
amriy wa aajilihi fashrifhu ‘anniy washrifniy ‘anhu waqdurliyl khaira haitsu
kaana tsumma ardify bihi.”
Artinya :
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon
pilihan (yang tepat) kepadamu dengan ilmu (yang ada pada)-mu. Dan aku memohon
kekuasaan mu (untuk menyelesaikan urusan) dengan kodratmu. Dan aku memohon
kepadamu sebagian karuniamu yang agung, karna sesungguhnya engkau maha kuasa
dan aku tidak berkuasa. Dan engkau maha tahu sedangkan aku tidak tahu, dan
engkau maha mengetahui perkara yang gaib.
Ya allah, sekiranya engkau tahu bahwa urusan ini……… [sebutkan urusan yang dimaksud] untukku, agamaku dan kehidupanku, serta lebih baik pula akibatnya di dunia dan alhirat. Maka, takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku. Kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan sekiranya engkau tahu bahwa urusan ini …….. [sebutkan urusan yang dimaksud] lebih buruk untukku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih buruk pula akibatnya di dunia dan akhirat. Maka jauhkanlah urusan ini dariku. Dan takdirkanlah kebaikan untukku dimanapun dan jadikanlah aku ridha menerimanya.
Ya allah, sekiranya engkau tahu bahwa urusan ini……… [sebutkan urusan yang dimaksud] untukku, agamaku dan kehidupanku, serta lebih baik pula akibatnya di dunia dan alhirat. Maka, takdirkanlah dan mudahkanlah urusan ini bagiku. Kemudian berkahilah aku dalam urusan ini.
Dan sekiranya engkau tahu bahwa urusan ini …….. [sebutkan urusan yang dimaksud] lebih buruk untukku, agamaku, dan kehidupanku, serta lebih buruk pula akibatnya di dunia dan akhirat. Maka jauhkanlah urusan ini dariku. Dan takdirkanlah kebaikan untukku dimanapun dan jadikanlah aku ridha menerimanya.

